Belajar merupakan suatu proses mencari tahu, menganalisis sesuatu sehingga terjadi suatu perubahan, kemudian motivasi adalah suatu keinginan sehingga dapat mendorong diri kita untuk mengerjakan sesuatu. Tanpa adanya motivasi dalam diri kita, maka apapun yang kita lakukan tidak akan berhasil, begitu juga dalam proses belajar.

Salah satu faktor yang menyebabkan sehingga tidak berhasilnya pendidikan di Maluku Utara adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Anak-anak/pelajar di Maluku Utara lebih banyak yang tidak menyukai belajar dan bermain-bermain saat proses pembelajaran daripada anak-anak/pelajar yang menyukai belajar dan lebih mementingkan belajar daripada bermain. Sehingga di Maluku Utara, anak-anak yang memiliki kemampuan dalam arti cerdas, berpikir cepat, serta pandai hanya sedikit dan diperkirakan hanya 20% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak cerdas.

Jika dilakukan perbandingan antara anak-anak di Jawa dengan anak-anak yang ada di Maluku Utara, bisa dikatakan bahwa anak-anak di Maluku Utara masih dibawah standar. Jika dilihat kebanyakan anak-anak di Jawa suka pergi ke perpustakaan dan tidak akan membiarkan perpustakaan kosong, hal itu disebabkan karena adanya kemauan dan keinginan belajar. Tetapi jika kita lihat di Maluku Utara, perpustakaan di sekolah-sekolah/perguruan-perguruan tinggi banyak terdapat yang kosong, hanya sedikit pelajar yang berminat untuk membaca atau cari pengetahuan di perpustakaan, hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi belajar dalam diri.