Kata Hati

Jika kamu tidak bisa memiliki apa yang kamu cintai maka belajarlah mencintai apa yang kamu miliki. kata-kata yang selalu timbul dalam pikiranku, ini membuatku teringat beberapa hal dan ini sangat menggangguku tetapi tanpa disadari ini menjadi motivasi dalam hidupku. ketika engkau sangat mencintai seseorang dan berharap seseorang itu mencintai kita dan akan menjadi milik kita selamanya, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan maka janganlah bersedih hati, engkau adalah orang terhebat di dunia. Janganlah bersedih atas apa yang telah kau perjuankan, tidak akan mudah mendapatkan orang seperti itu di dunia ini. Engkau harus bangga dengan ketulusan yang kau miliki. Jagalah rasa cinta yang tulus itu dengan baik jangan sampai kau mengotorinya dengan rasa benci dan dendam, tetaplah tersenyum dan yakinlah Dia telah menyiapkan seseorang yang istemewa untukmu, hanya saja Dia ingin menguji kesabaranmu. Jika engkau bisa melewati ini maka saya bisa katakan anda sebagai pecinta terbaik bersama pecinta-pecinta lain di dunia ini. Ketahuilah bukan hanya engkau yang berjuang demi cintamu di dunia ini, masih ada sebagian orang disana yang juga berkorban demi orang yang dicintai. Engkau tak sendiri, engkau memiliki teman di luar sana. Kalian adalah pecinta terhebat. Bersenang hatilah dengan apa yang engkau miliki.
sometimes no matter how much you try to speak in your heart out, words aren’t just enough to describe how you truly felt. memang benar kata-kata tak akan mampu mengungkapkan semua yang engkau rasakan, hanya orang yang sama sepertimu yang akan bisa mengerti itu. Tak perlu engkau harus mengatakan kepada dunia apa yang engkau rasakan, karena sebenarnya hanya engkau sendiri yang benar-benar mengerti dirimu. Tak seorangpun yang bisa mengerti luka yang kau rasakan, pahit yang kau alami, mungkin cuma engkau dan Tuhan saja yang tahu itu. Engkau yang benar-benar mengerti akan kesendirianmu, jadi hiburlah dirimu sendiri dengan cara apapun, janganlah menunggu orang lain datang menghiburmu. Sibuklah dengan dirimu sendiri, lakukanlah apa yang ingin engkau lakukan selama itu tak menyakiti orang lain dan selama itu membuatmu bahagia. Karena sebenarnya yang membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri bukan orang lain. Continue

STRUKTUR BAHASA

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk saling berinteraksi antar sesama, didalam bahasa juga terdapat strukturnya sendiri sehingga bahasa menjadi indah dan baik digunakan. Bahasa dibagi menjadi dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa yang pertama yaitu bahasa lisan, mengapa demikian? Karena bahasa adalah bunyi, yang dimaksud dengan bunyi dalam bahasa adalah bunyi atau uacapan-ucapan yang keluar dari mulut manusia. Dengan adanya bunyi-bunyi bahasa, maka lahirlah kata dalam bentuk bahasa tulisan, sehingga menjadi beberapa kalimat dalam tata bahasa dan membentuk makna atau arti dari kalimat tersebut. Bahasa dideskripsikan menurut dua sisi, yaitu bentuk dan makna atau dengan kata lain ungkapan dan isi. Jadi bahasa digambarkan dengan bagaimana seseorang berbicara dan bagaimana makna dari ungkapam tersebut.
Dalam struktur bahasa ada juga yang dikenal dengan nama perbendaharaan kata. Arti dari perbendaharaan kata adalah daftar nama-nama dari bahasa lain dan kita kaitkan dengan makna-makna yang tak tergantung adanya, misalnya kita mempelajari bahasa lain dan kita mendapatkan makna untuk di tempel kan pada makna dari bahasa kita sendiri. Contohnya, kata Inggris sosial dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sosial yang artinya masyarakat.
Istilah kata substansi dan bentuk dalam bahasa merupakan suatu hal yang umum. Yang dimaksud dengan bentuk dalam suatu perbendaharaan kata adalah hubungan antara struktur-struktur yang abstrak yang dikenakan pada substansi mendasar yang sama. Sedangkan substansi itu sendiri digambarkan sebagai perbedaan-perbedaan makna yang di buat menjadi bentuk-bentuk dan bahasa yang berbeda.

Mendefinisikan Kembali Linguistik

Linguistik merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau bisa dikatakan pengkajian bahasa secara ilmiah. Dikatakan sebagai suatu ilmu karena linguistik sama seperti ilmu pengetahuan lain, yang dibangun berdasarkan masa lampau, tidak hanya menentang ajaran tradisional atau sejarah linguistik yang sudah ada sejak zaman Yunani, tetapi juga dikembangkan dan dirumuskan kembali. Dikatakan pengkajian bahasa secara ilmiah karena linguistiK mengkaji atau meneliti suatu objek (bahasa itu sendiri) melalui pengamatan-pengamatan secara teratur atau menggunakan metode dengan benar yang kemudian dibuktikan benar atau tidaknya penelitian itu serta mengacu pada suatu teori tentang struktur bahasa.

Dalam asal usul tata bahasa tradisional, bahasa masih diperdebatkan oleh para filosofis Yunani yaitu apakah bahasa dipengaruhi oleh alam atau konvensi. Antara alam dan konvensi memang sangat sulit untuk dipahami karena alam merupakan sesuatu yang tidak berhubungan dengan manusia (diluar campur tangan manusia) dan sudah ada sebelum manusia. Kemudian dikatakan konvensi yaitu sesuatu yang lahir dari manusia itu sendiri (diciptakan oleh manusia), sesuatu yang dimaksudkan adalah bahasa itu sendiri.

Linguistik memiliki dua bentuk yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan, penilaian orang bahwa bahasa tulisan lebih baik dari lisan, tetapi ternyata bahasa lisan juga lebih penting karena dikatakan lisan berarti berhubungan dengan kesususastraan. Bahasa merupakan sesuatu yang murni dan benar. Murni dan benar karena bahasa lebih indah dari bentuk bahasa lainnya, untuk dapat memahaminya maka pada hakikatnya kita dapat membedakan apakah linguistik merupakan ilmu pengetahuan deskriptif ataukah preskriptif. Setiap masyarakat memiliki bentuk bahasanya masing-masing sesuai dengan daerahnya yaitu melalui kemurnian dan kebenaran dari bahasa itu sendiri. Maka, bisa dipahami bahwa linguistik merupakan ilmu pengetahuan deskriptif yaitu bagaimana linguistik menggambarkan bagaimana orang-orang menggunakan bahasa untuk berbicara atau menulis bukan preskriptif yaitu menentukan atau menetapkan bagaimana orang-orang berbicara atau menulis.

Dalam study tentang bahasa pula muncul dua perbedaan istilah yaitu study bahasa tentang sinkronis dan study bahasa tentang diakronis. Yang dimaksud dengan deskriptif diakronis adalah menggambarkan perkembangan sejarah bahasa melalui waktu yaitu dari awal lahirnya bahasa hingga sekarang ini atau digambarkan dari abad ke abad. Sedangkan deskriptif sinkronis adalah menggambarkan perkembangan sejarah bahasa pada keadaan tertentu atau pada suatu masa saja. Jelaslah pula bahwa perkembangan atau perubahan bahasa bukan dipengaruhi semata-mata disebabkan oleh waktu karena waktu tidak akan dapat mempengaruhi perkembangan bahasa, tetapi perkembangan atau perubahan bahasa bisa saja dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik faktor dari luar maupun dari dalam yang menentukan keadaan tetentu. Jadi, linguistic merupakan ilmu pengetahuan deskriptif sinkronis.

Theme in the novel Veil Of Roses

Literature is a collection of label from a susastera or set of inventions of susastera which is the result embodied with such language rhymes (W.J.S Poerwadarmita).

Literature is a creative activity, a work of art (Rene wellek and warren Atin) “literary Theory” page 3. Literature is language, written and spoken with a certain intent, so all the writings in the form of the book mail submissions, the agreement of the said Charter, news, in the literary writing. Indian art is the art of creating literature or something with language, writing or spoken like a rhyme poem and novel.

The scope of literary theory sate rm used to refer to a certain amount of work within the scope of a particular culture or a system that is too systematic toe establish the relationship between the regulatory pattern so served symptoms.

The main a inspect the objective approach literature or literary a specs, expressive approach focuses on aspects of literature itself, or a mimetic approach to prioritize aspects of the universe, and aspect-oriented approach to the reader.

Literature cannot be grouped into the aspects of language skills because it is not assimilated. However, the learning literature implemented well integrated with language learning with the skills of writing, reading, listening, and speaking. In practice, the teaching of literature in the form of Traffic literary writing, reading literature, and talk literature.

Great literature gives awareness to the reader about the truths of life, literary works also give joy and inner satisfaction. Thus, entertainment is entertainment provided spiritual and intellectual who according to many higher levels of happiness than physical. Reading great literature can help to makes reader be human and civilized, means responsive / sensitive / react to things that are noble, good in life. Literary work has two types of literary fiction and non-fiction. Similarities between the two literary works are both have an aesthetic art. Following that the difference between the two is literary fiction tend to be imaginative literature, while the non-fiction tends to be a fact. Then the language used connotative meaning literary fiction / allegory, while the non-fiction using scientific language.

The novel is a literary form that is the most most popular in the world. The most outstanding literary form, because of the extensive communication on society. As literature, the novel can be divided into two groups, namely serious literature and literary entertainment can be termed as a serious literary work. A serious novel is not only required to be a beautiful work, attractive and also provide entertainment to the reader, but more than that.

The theme became the basis of the development of the whole story, so he is animating the whole part of the story. The theme has a common generalization, wider and abstract. The theme is also something that is most prominent in a literary story, with a theme people can know the essence of a literary work.

Theme in the Veil Of Roses novel is “the courage of a women”. According to Philip Kuncoro, one of the characters that many people is to have courage. There is a similarity of character in all people, especially women, that they are the ones who dare to dream big, have clear goals and act to achieve that goal. Bold attitude of a woman is the most powerful weapon and most powerful than other weapons to achieve desired dreams.

From slightly above discussion, the research found a problem that is:

  • How to know the courage of an Iranian woman to look far beyond the life she want fro.

Here the research just focus on the theme of courage of an Iranian woman in the novel Veil Of Roses by Laura Fitzgerald.

  • To know the courage of an Iranian woman in the novel Veil Of Roses by Laura Fitzgerald.
  • To make the reader understand and know about the courage of a woman.

According to Mursel Esten (1978: 9) says that literature is literature or disclosure of the facts artistic and imaginative as manifestations of human life (and human) through language as a medium and has a positive effect on human life (humanity). Thus, literature or literary work is an imaginative form of disclosure as a mirror and the fact that the object of life using the language as a medium and has a positive impact on people.

The genres of literature

The novel is a literary form in which there are cultural values, social, moral, and educational (Dr. Nurhadi). Thus, the novel is a literary work that contains the values ​​shown to the reader as cultural, social, moral, and educational so that readers can understand the novel.

 Intrinsic value

  1. The theme is the idea of ​​a common base that sustains a work of literature and text contained within. As semanticist elements and related similarities and differences (Hartoko and Rahmanto, 1986:142). The theme of the filtered motifs contained in the relevant work that determines the presence of events, conflict, certain situations, including other intrinsic elements, because these things must support the clarity theme to be conveyed. The research takes the theme of the courage of a woman’s nature novel because the novel red scarf red scarf tells how an Iranian woman who had the courage to look away the life she lived.
  2. Plot is a series of events in the novel. Plot divided into two forward flow and backward flow. Chronology of events moving forward is if gradually toward the chronological order of the plot, while the backward flow that occurs is related to ongoing events.
  3. Setting a background that helps clear storyline. Settings include time, place, and atmosphere (Drs. Rustamaji).
  4. Character is an actor or actress in a story. Figure is divided into two figures protagonist and antagonist, protagonist characters are good characters while the antagonist is the villain.
  5. Point of view is a strategy, technique, tactics that are deliberately chosen authors to express ideas and stories. The angle of view is divided into three, namely me, him and us.

Extrinsic value

Social value is the value associated with a person’s social life.

Courage

Courage is a quality, which is something that can only be felt and experienced, courage is not the words and not the formulation of mind. According to Ernest Hemingway, formulating quality of courage as “glory under pressure”. In ancient times courage is always associated with the body’s defenses, and fight, but the courage to do those sickly. Courage is an attitude. Courage is often narrowly interpreted, namely recklessness. This is why people try to educate the courage to do the defensive. Courage is subjective, that grows from within, not formed from the outside.

The meaning courage of a woman

The courage of a woman’s struggle to be as clear and attitude can be accounted for by all the values ​​of courage. Courage is not the origin of counting forward without risk, but the courage that is all that strategic behavior has been calculated accurately before proceeding further ketindakan. Sense of the courage of a woman is not easy shaking or fear the threat that comes from the reality that is around, but will always be able to motivate and build passionate struggle of the self leads to all the people who are nearby.

Courage to see much of life is being lived is one dream that is always present in a woman, to look beyond life requires determination and a strong will and courage. Aristotle says that, “the conquering of fear is the beginning of wisdom”. Ability subdue fear is the beginning of wisdom. It means, people are able to act wisely without over shadowed fears is actually a mere hallucination.

The characteristics of courage

“Brave to dream and do great things

Brave to dream is a very great courage. But after having a big dream, one must dare to do great things as well to realize the dream. Tamila desires that have big dreams had to be buried, because the dream is considered dangerous for a woman in Iran. It made Tamila harbored the dream until the 27 age, the parents decided to dispatch Tamila to America with hopes to pursue her destiny. Tamila will never return to Iran as long as he does not have a husband in America, it makes Tamila should be trying to get a husband in America. Walt Disney’s “have a dream to make a complete playground, which can make kids play and the parents. Then she began to act and be a Disney land (sort dufan in America, which is then echoed by the whole world) “.

Brave to change”

Changed, it is easy to say but hard to do. Because of human nature has always been a pleasure to be in the comfort zone. The word changed in Romans 12:2 comes from Yun said. Metamorphoo = changed, transformed (transmutation). Parents may keep Tamila Tamila with Iran but Iran can not be issued from within themselves. American culture is very different from that in Iran, ranging from clothing to everything. But it does not change the belief Tamila. Tamila still running life like in Iran, she also does not remove the veil that has become a badge as a Muslim. However, Tamila are to face a variety of problems that always exist within American life, and dare to change everything for the better.

Brave to focus on faith”

Environmental or friends may be some looking at us negatively, but one thing that should never be lost on us is belief in yourself. If we stay focused on the belief that we can achieve something great, will not be any obstacles in our way. During Tamila was in America, a lot of things by Tamila incompatible with her view, but it did not make Tamila change her beliefs and find a mate before her visa out of date. Tamila still live his new life in America, have many friends, plunged into the world of photography and film. Thomas Edison “invent the electric light bulb after 10,000 attempts. Each time he failed and did not give up and never lose faith that the bulb can be created. Eventually he managed to also create it “.

REFERENCES

 

http://assemanis.wordpress.com/2009/10/03/pengertian-sastra-secara-umum-dan-menurut-para-ahli/

http://ricky2virgo.blogspot.com/2012/06/pengertian-kesusastraan.html?=1

http://pusatbahasaalazhar.wordpress.com/pesona-puisi/segala-hal-tentang-novel/

http://m.artikel.sabda.org/node/1001

http://rexonblog.wordpress.com/tag/keberanian/

http://www.leadership-park.com/new/welcome-drink/keberanian-modal-dasar-memimpin.html

http://www.buzzle.com/articles/elements-of-literature.html

http://indramunawar.blogspot.com/2010/03/pengertian-dan-ciri-ciri-keberanian.html?m=1

http://azizovic26.blogspot.com/2011/01/metode-deskriptive.html?=1

 

Motivasi Belajar Siswa

Belajar merupakan suatu proses mencari tahu, menganalisis sesuatu sehingga terjadi suatu perubahan, kemudian motivasi adalah suatu keinginan sehingga dapat mendorong diri kita untuk mengerjakan sesuatu. Tanpa adanya motivasi dalam diri kita, maka apapun yang kita lakukan tidak akan berhasil, begitu juga dalam proses belajar.

Salah satu faktor yang menyebabkan sehingga tidak berhasilnya pendidikan di Maluku Utara adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Anak-anak/pelajar di Maluku Utara lebih banyak yang tidak menyukai belajar dan bermain-bermain saat proses pembelajaran daripada anak-anak/pelajar yang menyukai belajar dan lebih mementingkan belajar daripada bermain. Sehingga di Maluku Utara, anak-anak yang memiliki kemampuan dalam arti cerdas, berpikir cepat, serta pandai hanya sedikit dan diperkirakan hanya 20% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak cerdas.

Jika dilakukan perbandingan antara anak-anak di Jawa dengan anak-anak yang ada di Maluku Utara, bisa dikatakan bahwa anak-anak di Maluku Utara masih dibawah standar. Jika dilihat kebanyakan anak-anak di Jawa suka pergi ke perpustakaan dan tidak akan membiarkan perpustakaan kosong, hal itu disebabkan karena adanya kemauan dan keinginan belajar. Tetapi jika kita lihat di Maluku Utara, perpustakaan di sekolah-sekolah/perguruan-perguruan tinggi banyak terdapat yang kosong, hanya sedikit pelajar yang berminat untuk membaca atau cari pengetahuan di perpustakaan, hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi belajar dalam diri.

 

PENDIDIKAN DI MALUKU UTARA

;Pendidikan pada saat ini memiliki peran penting dalam sumber daya manusia yang berkualitas, dalam UU No. 20/2003 tentang system pendidikan  Nasional, tercantum pengertian pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potesi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Dunia telah memasuki era globalisasi yang dihadapi dengan berbagai persaingan bagi siapa saja. Agar mampu dalam bersaing dalam persaingan global, maka pendidikan di Maluku Utara harus terus dikembangkan dan ditingkatkan mutu sumber daya manusia yang merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, efektif dan efesien dalam proses pembangunan. Salah satu upaya dalam peningkatan mutu sumber daya manusia Maluku Utara dapat dilakukan dengan meningkatkan mutu pendidikan, karena pendidikan adalah salah satu indicator penentu kualitas sumber daya manusia yang ada di di sebuah Negara, dengan melihat salah satu tujuan pendidikan yang paling utama yaitu mencerdaskan anak bangsa.

Di antara 33 propinsi yang ada di Indonesia, pendidikan Maluku Utara menempati urutan ke 27 (rangking 27). Data tersebut menunjukan buruknya tingkat pendidikan di Maluku Utara, dengan melihat kwalitas pendidikan di Maluku Utara kemudian dibandingkan dengan propinsi lainnya, sangatlah berbeda jauh. Ini merupakan suatu masalah besar yang harus disadari oleh kita sebagai generasi untuk mensukseskan pendidikan di Maluku Utara. Hal tersebut menyebabkan pemerintah bersama dengan berbagai kalangan telah dan terus berupaya mewujudkan berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih bermutu yaitu melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan system evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pemberian pendidikan dan pelatihan bagi guru. Tetapi upaya pemerintah tersebut belum memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan Maluku Utara. Hal ini karena disebabkan oleh permasalahan-permasalan  khusus dalam pendidikan di Maluku Utara yaitu diantaranya rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, minimnya kemauan belajar, dan mahalnya biaya pendidikan. Hal semacam ini dapat dirasak oleh seluruh sekolah di Maluku Utara, terutama lagi di daerah-daerah terpencil.

1. Rendahnya Kualitas Guru

Keadaan guru di Maluku Utara sangat memprihatinkan, kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya, bakan hanya itu, sebagian guru di Indonesia khusunya di Maluku Utara bahkan dinyatakan tidak layak untuk mengajar. Sebagai contoh banyak guru yang lulusan S1tidak bisa memberikan materi didepan kelas dan bahkan ada yang tidak bisa berdiri didepan kelas, hal seperti ini yang akan menyebabkan banyak PNS yang nganggur dan tidak diperlukan tenaga kerjanya karena tidak bisa berbuat apa-apa. Ini bukanlah sebuah fiktif-fiktif belakang, tetapi sebuah realita yang ada di Maluku Utara. Untuk contoh yang lain yaitu kebanyakan guru di Maluku Utara tidak bertanggung jawab dalam pekerjaanya, mereka hanya memikirkan upah/gaji, tidak memikirkan apakah siswa akan mengerti dengan pelajaran yang diberikan atau tidak. Memberikan les kepada siswa yang akan meghadapi ujian misalnya, itupun harus menuntut agar dibayar, hal ini akan menjadi suatu masalah bagi siswa yang kurang mampu dan akan menyebabkan banyak siswa yang tidak bisa mengikuti les, disebabkan karena tidak bisa membayar uang.

2. Rendahnya Kesejahteraan Guru

Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran penting didalam kualitas pendidikan Indonesia. Banyak guru yang melakukan pekerjaan sampingan, seperti berjualan di luar sekolah, memberikan privat di sore hari kepada siswa, menjadi tukang ojek diluar pekerjaan di sekolah,  dengan tujuan untuk mencari nafkah sebagai tambahan dengan hasil pekerjaan sebagai guru di sekolah yang tidak mencukupi. Hal ini disebabkan karena kurangnya gaji guru yang diberikan oleh pemerintah. Misalnya, seorang guru menerima gaji bulanan sebesar 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan Rp 1.5 juta. Guru bantu Rp 460 ribu, dan guru honor di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan kejadian seperti inilah sehingga guru harus mengerjakan pekerjaan sampingan. Ini menunjukan bahwa kurangnya kesejahteraan guru di Indonesia terutama di Maluku Utara.

3. Rendahnya Prestasi Siswa

Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru), pencapaian prestasi siswa pun tidak memuaskan. Misalnya, pencapaian prestasi Biologi dan Matematika, siswa Maluku Utara di tingkat nasional sangat rendah. Anak-anak Maluku Utara ternyata hanya mampu menguasai 20-30% dari materi bacaan dan ternyata sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda. Bukan hanya itu, jika anak-anak Maluku Utara di bandingkan dengan anak-anak Jawa misalnya, anak-anak Maluku Utara sangat tertinggal jauh apalagi di daerah-daerah pendesaan yang sangat terbelakang, yang masih sangat tertinggal jauh. Ini membuat rendahnya prestasi yang didapat siswa, hal ini mengakibatakan orang tua harus menyekolahkan anaknya keluar kota.

4. Minimnya Kemauan Belajar

Minimnya kemauan untuk belajar juga sangat berpengaruh terhadap pencapaian pendidikan, hampir semua pelajar Indonesia terutama di Maluku Utara malas untuk belajar dan hanya mengharapkan bantuan dari orang lain. Keinginan untuk belajar hanya sedikit dan bahkan tidak ada sama sekali, banyak contoh yang kita dapatkan diluar sana misalnya anak-anak sekolah lebih suka bermain PS dan bolos sekolah dari pada mengikuti pelajaran di kelas, dan lebih banyak mahasiswa yang tidak masuk kampus di bandingkan dengan mahasiswa yang datang ke kampus, dan juga mereka hanya takut absen kosong dari pada otak kosong. Hal ini disebabkan karena tidak adanya motivasi dalam diri, kemauan untuk belajar tidak ada sama sekali.

5. Mahalnya Pendidikan

Pendidikan yang bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari taman kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin di Maluku Utara tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Sebagai contohnya kita bisa lihat begitu banyaknya anak-anak yang nganggur diluar sana.  Pendidikan yang berkualitas mungkin murah  atau tepatnya tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayar? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyrakat bahwa untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Akan tetapi, kenyataannya pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawabnya. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi pemerintah untuk ‘cuci tangan’.

Dengan melihat banyaknya masalah-masalah dalam pendidikan yang terdapat di Maluku Utara, maka pemerintah harus lebih teliti dalam menangani masalah dalam pendidikan, perlunya memberikan pelayanan yang baik dalam kontex pendidikan kepada masyarakat, agar masyarakat yang miskin pun dapat menyekolahkan anaknya, disamping itu juga guru harus memberikan motivasi yang lebih kepada anak tentang pentingnya belajar dan sebagainya. Tetapi itu juga tidak akan berhasil jika tidak adanya kesadaran dari anak sendiri. Perlunya kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan sehingga mereka juga mempunyai motivasi belajar yang tinggi, hal ini sangat membantu dalam keseksusesan pendidikan. Jadi, pendidikan di Maluku Utara akan berhasil dan menghasilkan anak-anak yang cerdas jika pemerintah, masyarakat maupun pelajar bisa bekerja sama dalam mensukseskan pendidikan Maluku Utara.